Selasa, 26 Februari 2008

Ayat Ayat Cinta, Cause and Effect (bagi saya hehe..)

Aduuhhh... ga sabaran pengen cepet-cepet nonton film yang satu ini, apalagi menurut ulasan salah satu tabloid mingguan langganan Mama yg terbit setiap senin...halah... hehehe.. Film and Novelnya beda Bo!! Woooo tambah deh penasarannya... coz sebagai pembaca Novel Ayat Ayat Cinta, saya merasakan sesuatu yang mengganjal di hati ini setelah selesai membacanya.

Nah!! back to ulasan tadi. Menurut Hanung Bramantyo sang sutradara, tokoh Fachri yang tergambarkan dalam Novel sangat tidak manusiawi. Yak betulll sekali!!! rupanya sesuatu yang mengganjal di hati saya ini dirasakan juga sama Pak Sutradaranya he he he he.....

Saya jadi ingat kejadian suatu hari ketika saya dan sodara sepupu saya sedang berada dalam perjalanan ke Surabaya. Klo ga salah waktu itu saya yang nyetir. Karena sepupu saya juga pembaca Novel Ayat Ayat Cinta, maka perbincangan bedah novel pun tak terelakkan. "Novelnya baguss!!! aq suka lokasi cerita nya.. Mesir gtuuu wiiihhh, baca novelnya serasa di Mesir, aku jadi mbayangin gtu panasnya kota mesir, gedung2 nya, orang2 nya, trem listriknya, budayanya, Universitasnya... tapii kok aku rada ga suka yaa sama tokoh Fachri itu.. kok yaa kayaknya digambarkan Hidupnya sempurna banget, udah cakep, pinter, dapet istri yang superrr cuantik and kaya lagiii.. ck ck ck..." itu komentar saya mengawali perbincangan. Pendapat saudara sepupu saya beda lagi, dia cenderung membela gambaran si tokoh Fachri ini. Mungkin karena saudara saya itu cowok, jadi dia mengagumi si Fachri atau Fachri wanna be kali he he he (maaf yang bersangkutan klo baca cerita ini jangan pernah sakit hati yaaa.. coz cerita ini muncul berdasarkan situasi yang saya tangkap dan rasakan saat itu). Dan begitulah perbincangan bedah novel kita yang penuh pro dan kontra sepanjang jalan menuju Bakpo Telo. Setelah Bakpo Telo sampe Surabaya topik perbincangan kita berubah gara-gara lumpur Lapindo.

Tak dinyana dan tak disangka hari ini setelah membaca ulasan tadi. Ternyata ada gtu orang yang sependapat dengan saya yaitu tak lain dan tak bukan Sutradara Film nya sendiri hehe. Mengutip kalimat ulasan tersebut "Dia pintar, ganteng, banyak disukai wanita. Empat bahasa dia kuasai. Kalau saya filmkan persis di Novel, tidak ada bedanya dengan Catatan si Boy dong. Apa menariknya? Bukan zamannya lagi film Indonesia memberikan tokoh super" ucap Hanung sang sutradara. Whuahhh betull sekali tuh... trus trus Bagaimana tanggapan penulis Novel nya sendiri?? ternyata Kang Abik menyetujui kok kreativitas Mas Hanung dalam mengembangkan cerita maupun tokoh dari Novel.

Yokattaa!!!! saya lega waktu membaca kalimat itu.. artinya antara Penulis Novel dan Pembuat Filmnya terjalin kerjasama yang baik. Dan saya yakin ketika selesei menonton Filmnya nanti saya akan keluar dari theatre dengan senyum puas sambil mengantongi nilai nilai moral dari Film itu. Nilai-nilai moral itu pun tidak hanya dari Filmnya saja, tapi dari novelnya dan juga cerita cerita di balik penyusunan novel maupun pembuatan Film yang telah saya baca dari website, koran dan tabloid jauuuhhh sebelum Filmnya sendiri premiere di Malang.

Selasa, 12 Februari 2008

Hip Hop Competition @ Atlas Sport Club Malang

It was my first experience following a competition for Hip Hop only. Actually it was not a huge competition. Atlas is going to celebrate their anniversary (and I don’t know what date is their anniversary..he..he..he) so they held several competitions such as aerobic, step, taebo bla bla bla and YES!!! Of course Hip Hop Competition.

About 5 or 6 months ago there was a new class in Atlas. I was so excited because the new class is Hip Hop. I’ve had BIG passion for Hip Hop since junior high. And after 11 years (now I’m in my last year as university student and I haven’t graduated yet... ) finally I found a Hip Hop class the one and only in Malang. While in Atlas Sport Club Surabaya there are Hip Hop classes in several days a week. Not like in Malang. The Hip Hop class is only once a week. whuaaa poor us!!! I hope Atlas Malang would hold Hip Hop class as much as Atlas Surabaya.

February 8th was the competition day. Believe it or not before the D-Day I did the rehearsal with some friends in Atlas. We tried to remember every single routine that we’ve been already taught by the instructor (Mas Nanang). But far from my expectation, the routine in the competition was different. I was shock!!! hehe. I did the best I can though and had a lot fun.


here is the tiny picture of the competition

Kamis, 06 Desember 2007

Hip Hop Theory

Hip Hop Theory. What is Hip Hop? Hip Hop is Soul. Hip Hop is R&B. Hip Hop is Funk. Hip Hop is Danceable. Hip Hop allows you to let go and follow the beat

Senin, 12 November 2007

Hana Yori mo Naho (More than Flower)


"Bunga sakura diberkati ketika gugur" ungkapan itu sering diucapkan oleh seorang Samurai yang apabila gugur di tengah-tengah perjuangannya maka dia akan gugur dengan anggun layaknya bunga sakura dan diberkati.
Seorang Samurai bernama Aoki Souzaemon aka 'Soza' tinggal di perkampungan kumuh dalam misi balas dendam ke pembunuh Ayahnya. Percobaan balas dendam pertamanya gagal karena Soza san tidak siap mental untuk membunuh.. keringat dingin dan napas yang menderu
mengiringinya sementara dia hanya berdiri kaku mengamati si pembunuh dari kejauhan.
Suatu hari di perayaan gugurnya bunga sakura, Soza san mengikuti pertunjukkan seni drama yang bertemakan balas dendam bersama warga perkampungan kumuh lainnya. Sebelum tampil, ketika mereka duduk bersama... Magosaburo, si dungu penjaga kakus perkampungan kumuh berucap "Bunga sakura gugur untuk bersemi kembali di musim berikutnya" , rupanya ucapan Mago san berbekas di benak Soza san.. gugurnya bunga sakura menyiratkan makna bahwa gugur tidak berarti mati.. gugur bisa saja mengalah namun untuk kebaikan di hari esok.
Sementara itu Soza san jatuh cinta dengan janda beranak satu, Osae san dan Shinbo kun anaknya.. Suatu hari Shinbo kun memberikan secarik kertas kepada Soza san, "Itu foto Ayahku" kata Shinbo kun, Soza san lalu membuka kertas itu dan terpaku melihatnya, diatas kertas itu tercetak gambar seorang pria dan kata-kata "DICARI", pastilah Ayah Shinbo kun dicari oleh para samurai yang hendak membalas dendam, seketika itu Soza san memeluk Shinbo kun sambil menangis, karena Soza san tahu bahwa Ayah Shinbo kun pasti sudah mati dan tak akan pernah kembali.
Kejadian itu membuat Soza san berpikir keras tentang misi balas dendamnya, akhirnya dia memutuskan untuk membuat sandiwara balas dendam.. agar seolah-olah dia sudah membunuh pembunuh Ayahnya dan disaksikan oleh Keluarga besar Soza san sehingga misi nya dianggap selesai dan dia akan terlepas dari beban yang selama ini menghantuinya.
Soza san sebetulnya sangat membenci pembunuh Ayahnya, tetapi kebencian yang ditinggalkan Ayahnya hanya akan menimbulkan kebencian-kebencian baru di kemudian hari dan tak akan pernah berhenti. Soza san berpikir bahwa warisan dari Ayahnya bukan semata-mata kebencian saja, tapi ada hal yang lebih penting dari itu, Ilmu bermain Go dipelajari Soza san dari Ayahnya, rupanya Ilmu itu yang lebih banyak dipelajari Soza san dari Ayahnya daripada Ilmu bertarung. Warisan Ilmu inilah yang juga menjadi faktor bagi Soza san untuk tidak menjalankan misi balas dendamnya. Ibarat merubah kotoran menjadi kue beras, Soza san juga ingin merubah kebenciannya menjadi hal yang lebih bermanfaat dengan membuka sekolah privat di kamarnya yang kotor untuk mengajar menulis dan menghitung bagi anak-anak di perkampungan kumuh.. Bahkan Soza san menemui si pembunuh Ayahnya dan menyuruhnya untuk mengirimkan anaknya yang masih berumur tujuh tahun untuk di kirim ke sekolah privat Soza san.

Catatan: Sekali lagi.. saya jatuh cinta sama film Jepang.. awalnya beli film ini gara-gara di covernya ada tulisan Junichi Okada.. whuiihhh yang maen Junichi Okada.. kakkoiii!!! tapi yang saya dapatkan lebih dari itu.. lagi-lagi film Jepang menyuguhkan kejutan-kejutan di balik alur ceritanya yang sederhana.. membuat saya berpikir dan mencerna.. ga nyangka aja gtu.. oo ternyata gini .. ooo ternyata gitu hehehe.. itu ungkapan-ungkapan yang muncul di benak saya selama nonton film ini.. ada kemasan komedi nya juga.. tapi ga berlebihan.. seneng deh pokoknya..

Jumat, 05 Oktober 2007

Friday = Hip Hop Day

Tadi sore latihan lagi.... Busset!! gerakannya tambah sulit... alhasil nyut.. nyut.. engkel ku sakit..., so I think I've gotta work out for better shot in the next 2 weeks...

La Maison de aNiQ: Ganbatte ne!!
aNiQ: Hai, Ganbarimasu!!!
La Maison de aNiQ: Skripsi??
aNiQ: Bukan, Hip Hop ini...
La Maison de aNiQ: ???????????????????
aNiQ: ..................

the conversation has been terminated, seems the writer has gone mad

Kamis, 27 September 2007

Hwang Jin Yi: Not as I Expected

Akhirnya film yang saya tunggu-tunggu keluar, berawal dari perjalanan rutin saya (sudah jadi perjalanan rutin saja.. hehe) ke sebuah toko DVD (bajakan tentunya..) yang katanya tiap 2 minggu sekali filmnya update terus.. (gmn saya ga ngiler..). Setiap saya jalan2 keluar and pas lagi bawa duit, pasti saya sempatkan mampir ke toko ini, dari ujung rak ke ujung rak yang satunya, selalu saya perhatiin kalo-kalo ada DVD baru, pas nemu DVD yang saya incar, Bahagia sekali rasanya... (berlebihan.. hehe). Kemarin nemu tuh 3 DVD yg saya pengen Hwang Jin Yi, Sway, and Rainbow Song.
Pilem yang pertama saya tonton yaa Hwang Jin Yi itu.. penasaran banget!! film ini promosi nya gencar oi, mulai dari syuting film yg memakan waktu lama and sempet baca berita film ini sempet tertunda, trus budgetnya yg besar sampe yg terheboh adegan ranjangnya Song Hye Kyo.. OK!! What more should I expect?? pastinya saya membangun kembali ingatan saya tentang film Memoirs Of Geisha, which is my Favorite movie, Apakah Hwang Jin Yi dapat memikat saya sebagai penonton seperti saya menonton Memoirs Of Geisha. Btw apa hubungannya Hwang Jin Yi and Memoirs Of Geisha?? sebetulnya ga ada hubungannya, tapi karena kemiripan tokoh yang diangkat menjadi cerita disini. Hwang Jin Yi menceritakan seorang Gisaeng yang hampir sama dengan Geisha, bedanya di Hwang Jin Yi tokoh Gisaeng nya adalah nyata adanya (berdasarkan kisah nyata oi...) sedangkan di Memoirs Of Geisha tokohnya fiksi. Nah dari itu semua saya cenderung jadi membandingkan he he he... dan sekali lagi ini menurut pendapat pribadi.
Ok... Review pertama saya dari segi cerita : Hwang Jin Yi, ceritanya ga fokus (menurut saya..), inti cerita yang terletak pada tokoh Hwang Jin Yi itu sendiri kurang ditonjolkan, Hwang Jin Yi dikenal sebagai Gisaeng yang luar biasa, dia cantik dan pintar, belum lagi latar belakang kehidupannya yang complicated, menurut saya seharusnya ceritanya lebih ditonjolkan bagaimana seorang Hwang Jin Yi struggling untuk menempatkan dirinya sebagai seorang Gisaeng yang sangat terkenal.. Lah ini malah ceritanya lompat, tiba tiba udah 5 tahun kemudian, ketika dia sudah jadi Gisaeng terkenal... (huuuhuuu kecewa... mungkin saya sebagai penonton terlalu banyak berharap sebelum nonton... hehehehehe.....). Malah jadinya film ini cenderung nyeritain kisah cinta Hwang Jin Yi dengan Nom-Yi dan malah jadi nyeritain si Nom-Yi nya yang karena rasa bersalah nya kepada Hwang Jin Yi, memutuskan untuk menjadi Ketua para penjahat (wadow!!!).... Belum lagi adegan ranjang yang konon di heboh-hebohkan... dari segi artistik nya kurang banget menurut saya... adegan nya terlalu clumsy... ga flow gtu aja...
Dari segi sinematografi hehehe ini kata-kata apa yaa uhm dari segi visualisasi nya mungkin... kurang juga, setelah nonton, mata saya rasanya kurang dimanjakan sama gambarnya (maaf, ini pendapat orang awam yang ga ngerti ttg pembuatan film, tapi yaaa itulah yang saya rasakan..)
Tapi ini dia!!! actingnya Song Hye Kyo.. Baguss!! ga nyangka aja.. image yang selama ini lekat dengan Song Hye Kyo kayaknya hilang gitu aja waktu nntn dia di Hwang Jin Yi, Raut muka sama caranya dia ngomong berkarakter banget... Wah semoga actress hebat kayak dia bisa maen di film2 laen yang bagus, yang bisa mengeksplorasi kemampuan dia berakting.

Jumat, 24 Agustus 2007

Pop Up from My Head

Being recognized for what are you capable of, it's so much fun!!!
Yatta!!!